Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten – Rangkasbitung (juga disingkat Rangkas, terkadang dieja secara informal Rangkas Bitung) adalah sebuah kabupaten dan ibu kota di Wilayah Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Kantor Kecamatan Rangkasbitung terletak di Jalan Sunan Kalijaga, 1 km dari Pasar Rangkasbitung ke Jakarta dan Bogor.

Rangkasbitung merupakan kota kecamatan yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda, dimana pada masa itu Rangkasbitung menjadi kota satelit yang relatif maju. Tata letak kota mengikuti sistem kerajaan dimana alun-alun, masjid dan pendopo merupakan pusat kota.

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Sejarah Rangkasbitung banyak ditemukan dalam literatur internasional, karena seorang asisten peneliti bernama Eduard Dues Dekker menulis buku berjudul Max Haveler. Max Haveler menggunakan nama samaran Multali dalam publikasinya. Namanya berasal dari bahasa Latin dan berarti “Saya sudah cukup menderita” atau “Saya sudah banyak menderita”. Di sini, kata “Saya” mengacu pada Edward Doves Decker sendiri atau masyarakat terjajah. Nama Multali menjadi jalan protokol di dekat alun-alun.

Perumahan Syariah Rangkasbitung Sharia Green Valley

Rangkasbitung awalnya merupakan hutan bambu di gurun pasir, dibuka pada tahun 1849 oleh Patih Jahar (Pathih le Bak) dari penguasa Libak (Raden Tumengung Adipati Karta Natanagara) yang mendapat perintah untuk mencari lokasi ibu kota baru Libak. Kemudian setelah ditemukannya bambu di gurun pasir, pada tahun 1850, pemerintah pusat mulai membangun fasilitas seperti Alun Alun, Pendopo, Kantor Bupati dan Rumah Bupati, serta Istana Megah. Baru pada tahun 1851 pusat pemerintahan Kabupaten Lebok dipindahkan dari Warungung ke Rangkasbitung dan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1851.

Saat ini, berdasarkan agama, mayoritas penduduknya beragama Islam. 98,10% penduduk berdasarkan agamanya beragama Islam. Kemudian Kristen 1,11% (Protestan 0,64% dan Katolik 0,47%). Sisanya beragama Budha sebesar 0,78%, disusul Hindu dan Konghucu sebesar 0,01%.

Rangkasbitung dapat dilalui melalui tol Serang-Panimbang, pintu masuk tol hanya ada di wilayah kabupaten Sibadak. Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 yang menghubungkan Kota Serang dan Rangkasbitung sedang dibangun sepanjang 26,5 kilometer dan dijadwalkan selesai pada awal tahun 2020.

Warga Rangkasbitung menggunakan angkutan umum seperti kereta api, KRL, bus, angkutan kota, PS (angkutan mikro bus) dan angkutan pedesaan sebagai sarana angkutan umum. Rangkasbitung sebenarnya memiliki terminal angkutan kota yang terletak di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Mura Siujung Timur (dekat Pasar dan Stasiun Rangkasbitung) dan terminal bus pusat kota yang terletak di luar kabupaten Rangkasbitung, namun di Sibadak. wilayah distrik.

Pengumuman Pengadaan Posbakum Ta 2022

Untuk transportasi seperti kereta api, Rangkasbitung memiliki stasiun kereta api jalur kereta api Merak – Tanah Abang yang melayani KRL komuter R Lin Rangkasbitung tujuan Jakarta Tanah Abang dan kereta lokal LM Merak tujuan Merak.

Transportasi menuju kota Rangkasbitung berada di Jalan Raya Sunan Kalijaga dan juga dari terminal lama Rangkasbitung (Kota) dekat pasar dan stasiun Rangkasbitung.

Museum Banyak Sekali Museum ini memiliki informasi tentang sejarah penjajahan Belanda dan peran Multali dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ibu kota Lebok terletak di Kecamatan Rancasbitung. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten terluas di Bant dan terluas kelima di Pulau Jawa. Jumlah penduduk Kabupaten Lebock pada akhir tahun 2023 adalah 1.494.976 jiwa.

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Kabupaten Lebak disebut juga Rangkasbitung oleh masyarakat setempat karena mewakili ibu kota kabupaten yang merupakan jalur utama Jabodetabek dan jalur kereta api Jakarta-Merak.

Kodepos Indonesia Terbaru

Museum Multituli (nama pena Edward Dues Dekker, penulis buku Max Haveler, yang pernah menjadi asisten peneliti di Lieback pada tahun 1856) juga merupakan museum anti-kolonial pertama di Rangkasbitung, Indonesia yang dibuka pada 11 Februari 2018. Museum ini memiliki informasi tentang sejarah kolonial Belanda dan peran Maltatuli dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Banten, wilayah Libak yang luasnya 304.472 hektar tidak bisa dibedakan dari sejarah Kesultanan Banten. Pada tanggal 2 Desember 1828, sehubungan dengan peringatan jatuhnya Kekaisaran Libac. Ada beberapa catatan sejarah yang perlu diperhatikan, antara lain:

Sejak tahun 1811, Kesultanan Bant berada di bawah kekuasaan Inggris, dan Bant direbut oleh Belanda. Di tahun Pada tanggal 19 Maret 1813, Sultan Mulana Muhammad Sofiuddin (Sultan Banten terakhir) dicopot paksa dari tahtanya oleh Thomas Stamford Raffles (perwakilan pemerintah Inggris), kemudian Kesultanan Banten dibubarkan, dan Karesenan Banten didirikan sebagai sebuah kerajaan. kerajaan tunggal. Penggantian. . Bagi pemerintahan Kesultanan Banten, Kesultanan Banten sendiri hanya berfungsi sebagai lambang/simbol adat dan tidak mempunyai kedaulatan, Joyo Miharjo (Rembang-Jawa Tengah) diangkat sebagai Sultan tradisional Banten./Muhammad Rafiuddin adalah suami dari Ratu Arsia, dan Ratu Arsia merupakan adik dari Ratu Asia (ibu Sultan Mulana Muhammad Sofiuddin). Joyo Miharjo/Mohammed Rafiddin yang bukan keturunan Kesultanan Banten diberi gelar Sultan Banten oleh pemerintah Inggris tanpa kerajaannya. Kesultanan Banten terbagi menjadi 4 wilayah yaitu :

Ibukota Banten Kol Kant terletak di Siangkatan dan kerajaan ini diperintah oleh seorang gubernur yang diangkat oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles, yaitu Tumengung Suradillaga (Raden Mohamed). Ia bertanggung jawab langsung kepada Rezen Banten (perwakilan pemerintah Inggris), bukan Kesultanan Banten, hingga tahun 1816 ketika Banten kembali jatuh ke tangan Hoch. Pada tahun yang sama, Kesultanan Banten dibubarkan, dan gelar Sultan Jo Miharja/Mohammed Rafidin dicopot. Ia kemudian menggantikan keempat Gubernur yang diangkat oleh Pemerintah Inggris di wilayah Banton. Untuk Banten Kul Tumengung Suradillaga/Raden Muhammad digantikan oleh Tubagus Jamil (putra Sultan Banten Abul Mehsin Muhammad Sifau Zainul Ibnu) oleh Raden Adipati Jamil atau Pangeran Sanjaya, Ki Ngabehi Bahu Pringa (petahana pertama). Kesultanan) di Banten) dengan gelar Wakil Fatih Derus.

Pengamanan Mudik Lebaran, Polres Lebak Siapkan 5 Pospam Dan 23 Pos Pelayanan

Di tahun Pada tahun 1828, ibu kota Kabupaten Banten Kul dipindahkan dari Siangkatan ke Lebak Parahiang (Wilayah Luamar), dan nama Kabupaten Banten Kul diubah menjadi Provinsi Lebak pada tanggal 2 Desember 1828.

Karena Pangeran Sanjaya/Raden Adipati Jamil (Gubernur Pertama Libak) dan Pathih Derus (patih Pertama Libak) tidak mampu mengatasi perlawanan orang Belanda, maka pada tahun 1830 pemerintah Belanda mengganti kedua jabatan tersebut, Raden Adipati Jamil digantikan oleh Si. . Raden Tumengung Adipati Karta Natha Nagara (Demang Jasinga yang membantu menekan perlawanan Neya Gumparo/Nai Mas Gamparan) dan Pathih Derus digantikan oleh Pathih Jahar. Di tahun Pada tahun 1842, ibu kota provinsi Libak dipindahkan dari Libak Parahiang (daerah Luamar) ke Warunggunung, namun nama Lebak tetap digunakan.

Pada tanggal 17 Januari 1849, berdasarkan surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 15, ibu kota provinsi Lieback yang sebelumnya terletak di Warunggung terpaksa dipindahkan. Kemudian Raden Tumengung Adipati Karta Natanagara (Gubernur Libak) memerintahkan wakilnya Pathih Jahar (Pathih Lebak) untuk mencari lokasi yang strategis sebagai ibu kota pusat pemerintahan Libak. Maka ditemukanlah suatu tempat di hutan bambu liar, yang setelah dibukanya hutan tersebut langsung diberi nama Rankasbitung. Selanjutnya, pembangunan berbagai jenis lembaga pemerintah pusat dimulai, dan pemindahan ibu kota secara resmi selesai pada tanggal 31 Maret 1851.

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Kabupaten Lebach juga dikenal sebagai tempat kelahiran Edward Doves Decker, nama pena “Maltatully”. Edward diangkat sebagai Asisten Residen pada tahun 1856. Setelah meninggalkan jabatannya di Lieback selama tiga bulan, Eduard menerbitkan Max Haveler empat tahun kemudian. Tulisannya berupa novel satir yang berisi kritik terhadap perlakuan buruk kolonial terhadap penduduk asli Hindia Belanda.

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah

Kabupaten ini merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk Vivitan Sudan terbesar di Provinsi Banten. Hampir seluruh penduduk kabupaten ini beragama Islam yaitu 99,09%, sebagian warga Sudan vivithan 0,57%, Kristen 0,23%, Protestan 0,16% dan Katolik 0,07%, Budha. hingga 0,10%, serta agama Hindu dan Konghucu di bawah 0,01%.

Iklim Provinsi Lebak dipengaruhi oleh angin muson dan angin La Niña. Iklimnya didominasi oleh angin barat pada musim hujan dan angin timur pada musim panas di atas Samudera Hindia dan benua Asia. Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara 2.000–4.000 mm dan suhu berkisar antara 20°–32 °C.

Sungai Siujung yang mengalir ke utara melalui Provinsi Libak hingga Laut Jawa merupakan sungai terpanjang di Provinsi Baton. Sungai-sungai yang saat ini mengalir ke Samudera Hindia antara lain Sungai Sibareo, Sungai Sisavarna, Sungai Simadur, Sungai Sisih, Sungai Simcak, Sungai Sihara, Sungai Sipagran, dan Sungai Siangathan.

Wilayah Lebak mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1.222.258 jiwa dan luas wilayah 3.426,56 km² pada tahun 2017. Memiliki luas wilayah 357 jiwa per km2.

Kapolres Lebak Ronda Siskamling Sesuai Program Commander Wish Kapolda Banten

Pemprov Banten mengusulkan 12 daerah pemekaran menjadi kabupaten/kota otonom. Dua belas wilayah yang direncanakan pemekaran adalah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Wisata budaya berupa destinasi Urang Badui di distrik Luamar serta Museum Multuli di Rangkasbitung memuat informasi tentang sejarah penjajahan Belanda dan peran Multuli dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Multali yang bernama asli Edward Dues Dekker adalah seorang Belanda yang berperan penting dalam membentuk dan mereformasi kebijakan kolonial Belanda di Hindia Belanda pada abad ke-19. Maltatuli menulis tentang Max Haveler yang menyadarkan orang Eropa bahwa kekayaan mereka adalah hasil penderitaan seluruh dunia. Kesadaran ini melahirkan dorongan bagi kebijakan politik etis dimana pemerintah kolonial Belanda berusaha membayar utangnya kepada masyarakat jajahan. Pembayaran hutang ini dilakukan dengan mendidik banyak penduduk asli yang setia kepada pemerintah kolonial.

Kode Pos Rangkasbitung Lebak Banten

Novel Melatulli yang mulai terbit pada tahun

Destinasti Keindahan Wisata Alun Alun Rangkasbitung Di Lebak Banten

Lowongan kerja rangkasbitung lebak banten, loker rangkasbitung lebak banten, penginapan murah di rangkasbitung lebak banten, rangkasbitung lebak banten, lowongan rangkasbitung lebak banten, peta rangkasbitung lebak banten, kode pos lebak banten, dealer honda sms rangkasbitung kabupaten lebak banten, kode pos rangkasbitung banten, loker di rangkasbitung lebak banten, perumahan rangkasbitung lebak banten, jual rumah di rangkasbitung lebak banten

Artikel Terkait

Leave a Comment